UJIAN TENGAH SEMESTER PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM
Zella Yentri Anisa, S.Pd
Bidang Studi Matematika
PPG Prajabatan Gelombang 1 Tahun 2023
Universitas Riau
Kurikulum menggunakan Kerangka Understanding by Design (UbD)
Pada
proses mengimplementasikan Understanding by Design (UbD), berikut adalah
langkah-langkah yang perlu diikuti "The backward design process is
accordingly structured in three stages: (1) identifying desired results, (2)
determining acceptable evidence, and (3) planning learning experiences and
instruction." (Wiggins & McTighe, 2005:17). Ketiga langkah
tersebut diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah sebagai berikut: (1) mengidentifikasi
hasil akhir yang diinginkan, seperti pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman
mendalam yang harus dikuasai peserta didik, (2) menentukan bukti penilaian yang
dapat mengukur pencapaian hasil tersebut, dan (3) merancang kegiatan
pembelajaran dan instruksi yang efektif untuk membantu peserta didik mencapai
hasil dan memberikan bukti pencapaian.
Di
Indonesia, implementasi UbD masih terbatas dan belum menjadi praktik umum.
Sebagaimana dinyatakan dalam sebuah studi "The implementation of UbD in
Indonesia is still limited and not widely practiced in curriculum development
and teaching practices." (Hamon, 2019:119). Salah satu kendala utama
adalah kurangnya pemahaman dan pelatihan bagi guru tentang pendekatan UbD ini. Dalam
kerangka UbD, hasil pembelajaran yang diharapkan tidak hanya penguasaan
pengetahuan faktual, tetapi juga pengembangan keterampilan berpikir tingkat
tinggi dan pemahaman mendalam yakni "The desired results go beyond
factual knowledge to focus on bigger ideas, exploring important concepts,
developing essential skills and fostering effective habits of mind."
(Wiggins & McTighe, 2005:342). Peserta didik didorong untuk menganalisis,
mengevaluasi, dan mengaplikasikan pengetahuan dalam situasi baru.
Guru memiliki peran penting dalam merancang dan mengimplementasikan UbD, seperti yang dijelaskan pada kalimat "Teachers play a critical role in designing the desired results, determining acceptable evidence of learning, and crafting engaging learning activities and instruction." (Tomlinson & McTighe, 2006:2). Guru harus merancang hasil akhir yang diinginkan, mengembangkan penilaian autentik, merancang kegiatan pembelajaran yang efektif, memberikan umpan balik, dan melakukan refleksi serta penyesuaian rancangan berdasarkan bukti pencapaian peserta didik.
Referensi:
Hamon, L. (2019).
Implementation of Understanding by Design (UbD) in Indonesia. Journal of
Education and Learning, 13(1), 116-123.
Tomlinson,
C. A., & McTighe, J. (2006). Integrating Differentiated Instruction &
Understanding by Design: Connecting Content and Kids. Alexandria, VA:
Association for Supervision and Curriculum Development.
Wiggins, G., & McTighe, J. (2005).
Understanding by Design. Alexandria, VA: Association for Supervision and
Curriculum Development.
Comments
Post a Comment